AYO KE PERPUSTAKAAN
JL. LETJEN SUTOYO NO. 6 PONTIANAK

Gedung Perpustakaan Kalimantan Barat

Gedung yang terdiri dari 3 lantai ini didirikan tahun 1985.

Ruang Sirkulasi

Tampak Ruang Sirkulasi untuk peminjaman dan pengembalian buku.

Ruang Pelayanan Internet

Terdapat 25 Unit Komputer untuk digunakan pengunjung dalam mengakses internet secara gratis

Ruang Baca

Ruang Koleksi Buku

Monday, 12 May 2014

Semangat Membangun Perpustakaan & Kearsipan

suasana rapat koordinasi
PONTIANAK - Badan Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi (BPKD) menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh kepala unit pelayanan perpustakaan dari kabupaten/kota Kalimantan Barat (Kalbar) di Aula Perpustakaan Provinsi, Jalan Soetoyo, Pontianak, Rabu (7/5/2014).

Rapat yang dipimpin oleh Kepala BPKD Ir Marsianus SY, membahas tentang usulan sarana dan prasarana depo arsip dan gedung perpustakaan di kabupaten/kota se-kalimantan Barat, Serta Gerakan Kalimantan Barat Gemar Membaca. Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan yang hadir di antaranya dari Kubu Raya, Sekadau, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Sanggau, Kapuas Hulu, Kayong Utara, dan Ketapang, sedangkan Kabupaten Sambas, Landak, dan Kota Pontianak urung hadir.
Kepala BPKD Prov.Kalbar (tengah)


Dalam sambutan awal Marsianus mengatakan pertemuan rapat yang diadakan hari ini dapat terus dilaksanakan agar dapat menjalin silaturahim antar badan perpustakaan dan arsip. Dia menambahkan, tugas perpustakaan dan kearsipan merupakan hal penting bagi republik Indonesia.


Namun demikian, kondisi gedung perpustakaan dan depo arsip di beberapa kabupaten masih memprihatinkan. Oleh sebab itu, rapat koordinasi ini diharapkan dapat mendorong pembangunan gedung perpustakaan dan depo arsip yang lebih layak.


"Membangun perpustakaan hasilnya dapat dilihat sepuluh tahun yang akan datang dan menjaga arsip akan menyelamatkan republik ini," ungkapnya

Friday, 2 May 2014

E-Book : Buku Informasi Taman Nasional Betung Kerihun



Sebagai salah satu objek wisata dan kawasan konservasi potensial di Indonesia, perlu diketahui tentang Informasi TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyusun buku  tentang informasi seputar Taman Nasional Betung Kerihun. Buku yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Departemen Kehutanan Republik Indonesia, yang kemudian di Digitalisasi oleh Unit Pelayanan Perpustakaan Prov.Kalimantan Barat untuk dapat menjadi informasi lengkap tentang potensi yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun.

Tuesday, 25 February 2014

Mengenal Islam Melalui Eropa

B
Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda. 

Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam. 

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.

Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna.