AYO KE PERPUSTAKAAN
JL. LETJEN SUTOYO NO. 6 PONTIANAK

Gedung Perpustakaan Kalimantan Barat

Gedung yang terdiri dari 3 lantai ini didirikan tahun 1985.

Ruang Sirkulasi

Tampak Ruang Sirkulasi untuk peminjaman dan pengembalian buku.

Ruang Pelayanan Internet

Terdapat 25 Unit Komputer untuk digunakan pengunjung dalam mengakses internet secara gratis

Ruang Baca

Ruang Koleksi Buku

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, 1 July 2013

Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat, Kunci Peningkatan IPM Masyarakat

Perpustakaan Daerah Kalimantan BaratPerpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, mungkin teman-teman pernah melihat atau bahkan sering melewati gedung yang terletak di Jl. Letjen Sutoyo Nomor 6 ini. Penulis sendiri termasuk sebagai salah satu orang yang sering berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kalbar karena secara kebetulan istri tercinta bekerja di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (BPKD). Jadi, sering berkunjung bukan karena mau membaca ya? Hehehehe… :-)
Saya masih ingat ketika masih kuliah dulu, Perpustakaan Daerah ini menjadi salah satu tempat andalan untuk mencari bahan-bahan literatur sebagai dasar pembuatan makalah dan skripsi. Cuma sayang pada saat itu sepertinya koleksi buku yang dimiliki serta tata ruangan belum diatur secara rapi sehingga terkesan Perpustakaan Daerah Kalimantan Barattidak terpelihara dengan baik.
Perpusda Kalbar
Akan tetapi, dalam dua tahun terakhir ternyata Perpustakaan Daerah Kalbar terus mengalami pembenahan. Kondisi ruangan yang dulunya terkesan gelap dan pengap sekarang telah diubah menjadi minimalis dan sejuk. Untuk koleksi bukunya sendiri sampai saat ini terus diupdate setiap 3 bulan sekali sehingga judul-judulnya termasuk dalam jajaran buku terbaru dan terlaris. Yang terpenting, sekarang teman-teman tidak perlu kuatir lagi untuk bolak balik ke tempat ini karena no charge for parking alias parkir gratis.
Pintu Masuk Perpustakaan Daerah Kalbar
Gambar diatas merupakan pemandangan pintu masuk Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat. Bagaimana teman-teman, cukup elegan bukan? Melihat tampilan pintu masuk seperti ini pasti akan membuat teman-teman penasaran untuk masuk kedalamnya. Jadi tunggu apa lagi nih, mari kita masuk sekarang…
Customer Service Perpusda Kalbar
Di bagian depan terdapat sebuah meja besar dengan beberapa staf didalamnya, kalau di perusahaan-perusahaan bagian ini biasa disebut sebagai Customer Service. Selain berfungsi sebagai tempat informasi bagi para pengunjung perpustakaan daerah, disini juga disimpan barang-barang titipan para pengunjung seperti: tas, jaket, dan lain-lain. Setelah menitipkan barang bawaannya, para pengunjung dapat langsung memilih buku-buku yang ingin dibaca di ruang koleksi.
Ruang Koleksi Buku Perpustakaan Daerah Kalbar
Setelah buku-buku dipilih, para pengunjung dapat langsung meminjam atau hanya ingin membacanya saja. Nah, untuk dapat meminjam semua koleksi buku yang ada di Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat para pengunjung harus memiliki Kartu Anggota Perpustakaan. Kartu Anggota Perpusda KalbarJika ingin melihat seperti apa bentuk kartu anggotanya, kebetulan penulis sudah membuat dan silahkan lihat gambarnya disamping kiri.
Bagi para pengunjung perpustakaan yang belum memiliki kartu anggota, dapat langsung membuatnya dengan mengisi formulir pendaftaran anggota secara lengkap dilampiri dengan foto tanda pengenal terbaru (KTP/SIM/KTM) dan pas foto berwarna terbaru ukuran 2×3 cm. Proses pendaftaran hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam dan bebas biaya pendaftaran alias gratos. Setelah semua proses pendaftaran telah dilakukan dan kartu anggota perpustakaan selesai dibuat, silahkan meminjam deh… :-)
Ruang Baca Perpustakaan Daerah Kalbar
Apabila para pengunjung hanya ingin membaca koleksi buku yang ada, dapat langsung menuju ruang baca. Desain ruangan minimalis yang cukup luas disertai dengan hembusan air conditioner dijamin akan membuat para pengunjung merasa nyaman dan betah membaca didalamnya. Selain itu, ruang baca ini juga dilengkapi dengan fasilitas hotspot internet yang dapat diakses secara gratis. Wah, kayaknya akan semakin betah untuk berlama-lama disini nih. Semua fasilitas sudah dipenuhi, tinggal dimanfaatkan saja secara maksimal dan positif.
Setelah berkelililing dilantai dasar, penulis menyempatkan diri untuk bertemu dengan Kepala Unit Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Untad Dharmawan. Menurut beliau, seharusnya Perpustakaan Daerah ini dibuat senyaman dan semenarik mungkin agar seluruh lapisan masyarakat di kota Pontianak dan sekitarnya mau berkunjung kesini. Jika perpustakaan daerah semakin ramai dikunjungi masyarakat maka otomatis akan menunjukkan bahwa tingkat minat baca masyarakat juga semakin tinggi. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia masyarakat Kalimantan Barat karena tingginya minat baca menjadi salah satu indikatornya. Semoga saja untuk kedepannya Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat dapat terus berbenah sehingga nantinya dapat menjadi seperti perpustakaan-perpustakaan besar diluar sana, Aminnn… (DW)
sumber:bloggerborneo.com

Monday, 14 May 2012

Perda KCKR Disahkan

Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) telah ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), Kamis (10/5) di Gedung DPRD. Seluruh fraksi di DPRD menyatakan setuju agar raperda ini ditetapkan sebagai perda.Perda ini diharapkan dapat menjadi payung hukum kuat untuk pelestarian karya cetak dan karya rekam. Sebab, perda mewajibkan penyerahan salinan karya cetak dan karya rekam yang terbit di Kalbar dan atau yang berkaitan dengan Kalbar kepada pemprov untuk disimpan di perpustakaan.
Sekretaris Daerah, M Zeet Hamdy saat membaca sambutan Gubernur Kalbar mengungkapkan, dengan terbitnya Perda tentang Serah Simpan KCKR di Wilayah Kalbar, pemprov melalui Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi dapat menjamin hak-hak masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap sarana pendidikan yang lebih baik dan berkualitas melalui pemberdayaan perpustakaan.
“Kita sadar, bahwa karya cetak dan karya rekam adalah cerminan dari tingkat peradaban umat manusia. Bangsa yang maju dapat diketahui dari jumlah karya cetak dan karya rekam yang dihasilkannya,” tuturnya. M Zeet mencontohkan, China yang memiliki penduduk 1,3 miliar mampu memproduksi 140 ribu judul buku setahun.
Selanjutnya, Vietnam dengan penduduk berjumlah penduduk 80 juta mampu menghasilkan 15 ribu judul per tahun.
Malaysia dengan 26 juta penduduk, menghasilkan 10 ribu buku tiap tahun. “Indonesia dengan penduduk lebih dari 237 juta jiwa hanya mampu menerbitkan sekitar 10 ribu judul per tahun,” ungkapnya. Sementara untuk di wilayah Provinsi Kalbar, dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2007–2011), buku yang diterima oleh perpustakaan daerah hanya sebanyak 1.016 judul buku. Dengan demikian, maka perpustakaan provinsi hanya menerima sekitar 203 judul setiap tahun.
“Apakah benar angka produk buku di Kalimantan Barat baru mencapai rata-rata 200 judul setiap tahunnya? Tentu ini perlu penelitian dan pendataan lebih lanjut,” katanya. Dalam menghimpun dan melestarikan karya cetak dan karya rekam, Sekda menghimbau untuk belajar dengan negara lain yang telah berhasil menyimpan karya rekam dan karya cetak mereka dengan baik.
“Banyak peneliti dari luar yang melakukan penelitian di Kalimantan Barat yang kaya akan flora dan fauna serta pertambangan. Kalbar surga bagi peneliti. Ironisnya, masyarakat Kalbar sendiri tidak bisa menikmati atau mempelajari hasil penelitian tersebut karena dipublikasikan di luar Kalbar,” katanya.
Permasalahan tersebut merupakan permasalahan pokok yang tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Terima Karya Cetak dan Karya Rekam. Menurut UU tersebut, yang wajib menyerahkan hanya penerbit, pengusaha rekaman dan importir atau orang yang memasukkan buku ke Indonesia dengan tujuan untuk diperdagangkan.
Oleh karena itu, diharapkan dengan ditetapkannya Perda tentang Serah Simpan KCKR tersebut dapat menjadi payung hukum yang kuat, dalam rangka pelaksanaan pelestarian karya cetak dan karya rekam yang terbit di Kalbar dan atau yang berkaitan dengan Kalbar.Di samping itu, melalui Perda tentang Serah Simpan KCKR, ia berharap Perpustakaan Provinsi Kalbar akan menjadi perpustakaan yang memiliki koleksi tentang Kalbar yang paling lengkap di Indonesia. Karena itu, dalam pelaksanaannya diperlukan kerjasama antara pengarang, penerbit, perpustakaan serta lembaga terkait lainnya.
Selain itu, untuk memajukan keberadaan perpustakaan provinsi tentunya diperlukan dukungan, baik dari SDM pengelola, sarana dan prasarana yang optimal dalam upaya keberlangsungan perpustakaan kedepannya.
Diharapkan pula, Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi mampu menghimpun seluruh karya cetak dan karya rekam yang diproduksi di wilayah Kalbar untuk diolah, disimpan, dilestarikan dan didayagunakan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pembudayaan kegemaran membaca bagi seluruh lapisan masyarakat Kalbar. “SKPD yang terkait dengan Raperda tersebut agar segera melakukan langkah-langkah konkrit sesuai proses dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya. Ketua DPRD Kalbar, Minsen berharap perda ini nanti dapat disosialisasikan secara luas agar seluruh masyarakat dapat mengetahuinya.(ron)
Sumber: Pontianak Post Online
Jum’at, 11 Mei 2012 , 14:32:00
Diakses: Minggu, 13 Mei 2012 | 23:11
Didokumentasikan: Minggu, 13 Mei 2012 | 23:11

Friday, 11 May 2012

Ayo Membaca


Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca." Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan Inggris.

Membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mencerahkan. Membaca membantu kita lebih berwawasan, sukses, dan hidup lebih baik. Tetapi ternyata kegemaran membaca belum dimiliki mayoritas orang, sebab mereka belum mengerti berjuta manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari membaca, yang mungkin dapat menggugah semangat dan kemauan Anda untuk melahap isi buku-buku bacaan.

Thursday, 1 March 2012

Penyerahan Bantuan Buku